KLAUSA 6 · ISO/IEC 27001:2022

Perencanaan

Jantung ISO 27001. Di sinilah risiko dinilai, kontrol dipilih, dan Statement of Applicability lahir. Empat dokumen wajib keluar dari klausa ini — terbanyak di seluruh standar.

Pemilik klausa
PIC Keamanan Informasi / Manajemen Risiko, dengan persetujuan pemilik risiko dan manajemen puncak
Sub-klausa
6.1.1 · 6.1.2 · 6.1.3 · 6.2 · 6.3
Dokumen wajib
4 dokumen — proses asesmen risiko, proses penanganan risiko, Statement of Applicability, dan sasaran keamanan informasi

Klausa 6 menuntut informasi terdokumentasi lebih banyak daripada klausa mana pun. Sebagian besar temuan audit berakar di sini — bukan karena organisasi tidak menilai risiko, tetapi karena prosesnya tidak konsisten, tidak tertelusur ke konteks, atau SoA-nya tidak sinkron dengan hasil penanganan risiko.

6.1.1 Umum

Sering dikira duplikat 6.1.2. Bedanya: 6.1.1 tentang risiko dan peluang bagi SMKI sebagai sistem, sedangkan 6.1.2 tentang risiko keamanan informasi terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan.

Apa yang diminta standar

  • NORMATIFMempertimbangkan isu dari 4.1 dan persyaratan dari 4.2 saat merencanakan SMKI.
  • NORMATIFMenentukan risiko dan peluang yang perlu ditangani untuk: memastikan SMKI mencapai manfaat yang diharapkan; mencegah atau mengurangi efek yang tidak diinginkan; dan mencapai peningkatan berkelanjutan.
  • NORMATIFMerencanakan tindakan untuk menangani risiko dan peluang tersebut.
  • NORMATIFMerencanakan cara mengintegrasikan dan menerapkan tindakan itu ke dalam proses SMKI, serta cara mengevaluasi efektivitasnya.
  • PRAKTIK BAIKMenautkan tiap risiko dan peluang ke isu 4.1 atau persyaratan 4.2 yang menjadi sumbernya, agar jejaknya terlihat saat audit.

Keluaran & bukti

Bentuk buktiContoh nyataWajib terdokumentasi
Register risiko & peluang SMKIDaftar risiko tingkat sistem manajemen + tindakan + rencana evaluasi efektivitasTidak eksplisit — tetapi wajib bisa ditunjukkan
Jejak ke konteksRujukan tiap entri ke isu 4.1 atau persyaratan 4.2Praktik baik
Rencana evaluasi efektivitasCara menilai apakah tindakan berhasilWajib ditentukan

Yang ditanyakan auditor

Auditor memakai 6.1.1 untuk menguji apakah Klausa 4 dikerjakan sungguhan. Pertanyaannya hampir selalu tentang asal-usul.

Ilustrasi sketsa audit — yang dicari auditor pada Klausa 5.1 Kepemimpinan
Sketsa audit Klausa 6.1.1: auditor mengecek asal-usul risiko & peluang SMKI, perbedaannya dengan register risiko keamanan informasi, dan rencana evaluasi efektivitas tindakan.
  • Dari mana risiko ini berasal?

    Mengapa ditanya: Jawaban yang baik menunjuk isu atau persyaratan tertentu di Klausa 4. Risiko yang muncul entah dari mana menandakan konteks tidak dipakai.

  • Apa bedanya daftar ini dengan register risiko keamanan informasi Anda?

    Mengapa ditanya: Menguji pemahaman bahwa 6.1.1 dan 6.1.2 berbeda tingkat.

  • Bagaimana Anda tahu tindakan ini efektif?

    Mengapa ditanya: Butir (e)(2) yang eksplisit disebut standar dan paling sering dilewati.

Kesalahan yang sering terjadi

Menyalin isi register risiko keamanan informasi

6.1.1 lalu jadi duplikat 6.1.2, dan risiko tingkat sistem manajemen tidak pernah dinilai.

Peluang diabaikan

Standar menyebut risiko DAN peluang; kebanyakan organisasi hanya mengisi risikonya.

Tidak ada rencana evaluasi

Tindakan direncanakan, tetapi tidak pernah ditentukan bagaimana keberhasilannya diukur.

6.1.2 Asesmen risiko keamanan informasi

Yang diminta bukan hasil asesmennya saja, melainkan prosesnya — dan proses itu harus menghasilkan hasil yang konsisten bila diulang.

Apa yang diminta standar

7

persyaratan normatif

+ 1 catatan

Menyiapkan dasar

  1. Kriteria risikoNORMATIF

    Menetapkan dan memelihara kriteria risiko keamanan informasi, mencakup kriteria akseptasi risiko dan kriteria untuk melakukan asesmen.

  2. Konsistensi hasilNORMATIF

    Memastikan asesmen yang berulang memberikan hasil yang konsisten, valid, dan dapat dibandingkan.

Menjalankan asesmen

  1. Identifikasi risiko CIANORMATIF

    Mengidentifikasi risiko yang terkait dengan hilangnya kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi dalam ruang lingkup SMKI.

  2. Pemilik risikoNORMATIF

    Mengidentifikasi pemilik risiko.

  3. Analisis risikoNORMATIF

    Menganalisis risiko: menilai konsekuensi potensial, menilai kemungkinan realistis terjadinya, dan menentukan level risiko.

  4. Evaluasi & prioritasNORMATIF

    Mengevaluasi risiko: membandingkan hasil analisis dengan kriteria yang ditetapkan, lalu memprioritaskan risiko untuk penanganan.

Membuktikan

  1. Informasi terdokumentasiNORMATIF

    Menyimpan informasi terdokumentasi tentang proses asesmen risiko keamanan informasi.

  2. Keselarasan ISO 31000CATATAN

    Proses asesmen dan penanganan risiko dalam standar ini selaras dengan prinsip dan pedoman ISO 31000.

7

Tujuh butir pertama wajib dipenuhi. Urutannya bukan sekadar penomoran — kriteria harus ada sebelum risiko dinilai, dan risiko harus dianalisis sebelum bisa dievaluasi terhadap kriteria itu.

Keluaran & bukti

Bentuk buktiContoh nyataWajib terdokumentasi
Metodologi asesmen risikoDokumen berisi skala dampak, skala kemungkinan, cara menghitung level risiko, dan ambang penerimaanYa — normatif
Register risiko keamanan informasiRisiko CIA + pemilik + konsekuensi + kemungkinan + level + prioritasWajib sebagai hasil penerapan proses
Kriteria akseptasi risikoAmbang yang menentukan risiko diterima atau harus ditanganiYa — bagian dari metodologi
Penetapan pemilik risikoNama atau jabatan per risiko, bukan nama unitWajib ada

Yang ditanyakan auditor

Uji paling tajam di 6.1.2 adalah konsistensi: apakah dua orang yang menilai risiko yang sama akan sampai pada level yang sama.

Ilustrasi sketsa audit — yang dicari auditor pada Klausa 5.1 Kepemimpinan
Sketsa audit Klausa 6.1.2: auditor mengecek metodologi & perhitungan level risiko, konsistensi asesmen berulang, serta ambang penerimaan risiko dan penentunya.
  • Tunjukkan metodologi asesmen risiko Anda. Bagaimana level risiko dihitung?

    Mengapa ditanya: Menguji apakah kriteria benar-benar terdefinisi, bukan penilaian intuitif.

  • Bagaimana Anda memastikan asesmen yang diulang tahun depan menghasilkan angka yang sebanding?

    Mengapa ditanya: Butir (b) yang eksplisit dan sering terlewat.

  • Siapa pemilik risiko ini, dan apakah dia tahu?

    Mengapa ditanya: Pemilik risiko harus orang atau jabatan yang berwenang menerima risiko, bukan sekadar nama unit.

  • Berapa ambang penerimaan risiko Anda, dan siapa yang menetapkannya?

    Mengapa ditanya: Ambang yang tidak pernah ditetapkan membuat seluruh evaluasi risiko tidak bermakna.

Kesalahan yang sering terjadi

Level risiko tanpa metodologi

Angka muncul tanpa definisi skala; auditor tidak bisa memverifikasi dan penilaian dianggap sewenang-wenang.

Pemilik risiko diisi nama unit

“Divisi TI” tidak bisa menerima risiko; yang diminta adalah orang atau jabatan yang berwenang.

Risiko bukan risiko CIA

Register berisi risiko bisnis umum, bukan risiko terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

Asesmen sekali seumur hidup

Dibuat menjelang sertifikasi lalu tidak pernah diulang, sehingga butir konsistensi tidak pernah teruji.

6.1.3 Penanganan risiko keamanan informasi

Di sinilah Statement of Applicability lahir — dan urutannya penting. SoA adalah keluaran dari penanganan risiko, bukan dokumen yang disusun lebih dulu lalu dicocokkan belakangan.

Apa yang diminta standar

7

persyaratan normatif

+ 1 catatan

Memilih penanganan

  1. Opsi penangananNORMATIF

    Memilih opsi penanganan risiko yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen risiko.

  2. Menentukan kontrolNORMATIF

    Menentukan semua kontrol yang diperlukan untuk menerapkan opsi penanganan yang dipilih.

Menguji terhadap Lampiran A

  1. Bandingkan Lampiran ANORMATIF

    Membandingkan kontrol yang ditentukan dengan kontrol pada Lampiran A, dan memverifikasi bahwa tidak ada kontrol yang diperlukan terlewat.

  2. Pernyataan Aplikabilitas (SoA)NORMATIF

    Menghasilkan Pernyataan Aplikabilitas yang memuat: kontrol yang diperlukan, justifikasi inklusinya, status penerapannya, serta justifikasi pengecualian kontrol Lampiran A.

  3. Sumber kontrolCATATAN

    Organisasi dapat mendesain kontrol sendiri atau mengambil dari sumber mana pun; Lampiran A bukan daftar yang menyeluruh dan kontrol lain boleh ditambahkan.

Merencanakan & menyetujui

  1. Rencana penanganan risikoNORMATIF

    Memformulasikan rencana penanganan risiko.

  2. Persetujuan pemilik risikoNORMATIF

    Memperoleh persetujuan pemilik risiko atas rencana penanganan dan penerimaan risiko residual.

  3. Informasi terdokumentasiNORMATIF

    Menyimpan informasi terdokumentasi tentang proses penanganan risiko.

7

Urutan inilah yang paling sering terbalik di lapangan. SoA lahir setelah kontrol ditentukan dari hasil asesmen risiko — bukan disusun lebih dulu lalu dicocokkan belakangan.

Keluaran & bukti

Bentuk buktiContoh nyataWajib terdokumentasi
Rencana Penanganan Risiko (RTP)Risiko + opsi penanganan + kontrol + penanggung jawab + tenggat + risiko residualYa — normatif
Statement of Applicability (SoA)Seluruh kontrol Lampiran A + status berlaku/tidak + justifikasi inklusi + justifikasi eksklusi + status penerapanYa — normatif
Persetujuan pemilik risikoTanda tangan atau persetujuan tercatat atas RTP dan penerimaan risiko residualYa — normatif
Proses penanganan risikoDokumen yang menjelaskan tahapan penangananYa — normatif

Yang ditanyakan auditor

SoA adalah dokumen yang paling sering diperiksa baris per baris. Auditor mencocokkannya dengan RTP dan dengan kenyataan di lapangan.

Ilustrasi sketsa audit — yang dicari auditor pada Klausa 5.1 Kepemimpinan
Sketsa audit Klausa 6.1.3: auditor mengecek justifikasi eksklusi kontrol SoA, bukti penerapan kontrol, dan persetujuan penerimaan risiko residual.
  • Tunjukkan SoA Anda. Mengapa kontrol ini dinyatakan berlaku?

    Mengapa ditanya: Justifikasi inklusi harus merujuk risiko tertentu, bukan alasan umum seperti 'praktik baik'.

  • Mengapa kontrol ini dikecualikan?

    Mengapa ditanya: Justifikasi eksklusi wajib ada untuk setiap kontrol Lampiran A yang tidak dipakai — ini butir yang eksplisit.

  • SoA menyatakan kontrol ini sudah diterapkan. Tunjukkan buktinya.

    Mengapa ditanya: Status penerapan yang tidak sesuai kenyataan adalah temuan serius.

  • Siapa yang menyetujui penerimaan risiko residual ini?

    Mengapa ditanya: Persetujuan pemilik risiko bersifat wajib, bukan formalitas.

Kesalahan yang sering terjadi

SoA disusun lebih dulu

Kontrol dipilih dari daftar Lampiran A tanpa melalui asesmen risiko, sehingga justifikasi inklusinya kosong atau mengada-ada.

Justifikasi eksklusi tidak ada

Kontrol ditandai tidak berlaku tanpa alasan — pelanggaran langsung butir (d).

SoA tidak sinkron dengan RTP

Kontrol muncul di SoA tetapi tidak ada di rencana penanganan, atau sebaliknya.

Risiko residual tidak dihitung

Penanganan direncanakan, tetapi sisa risikonya tidak dinilai dan tidak disetujui siapa pun.

Mencampur pengecualian kontrol dengan pengecualian ruang lingkup

Menyatakan kontrol Lampiran A tidak berlaku adalah 6.1.3; membatasi cakupan organisasi adalah 4.3.

6.2 Sasaran keamanan informasi dan perencanaan untuk mencapainya

Sasaran yang baik lahir dari hasil asesmen risiko. Sasaran yang disusun tanpa melihat risiko biasanya berbunyi bagus tetapi tidak berhubungan dengan apa pun.

Apa yang diminta standar

  • NORMATIFMenetapkan sasaran keamanan informasi pada fungsi dan level yang relevan.
  • NORMATIFSasaran harus konsisten dengan kebijakan keamanan informasi.
  • NORMATIFSasaran harus dapat diukur, jika dapat dipraktikkan.
  • NORMATIFSasaran harus mempertimbangkan persyaratan keamanan informasi yang berlaku serta hasil asesmen dan penanganan risiko.
  • NORMATIFSasaran harus dipantau, dikomunikasikan, dan dimutakhirkan dengan tepat.
  • NORMATIFSasaran harus tersedia sebagai informasi terdokumentasi.
  • NORMATIFDalam merencanakan pencapaiannya, organisasi menentukan: apa yang akan dilakukan, sumber daya yang diperlukan, siapa yang bertanggung jawab, kapan diselesaikan, dan bagaimana hasilnya dievaluasi.

Keluaran & bukti

Bentuk buktiContoh nyataWajib terdokumentasi
Dokumen Sasaran Keamanan InformasiDaftar sasaran + indikator + target + fungsi/levelYa — normatif
Rencana pencapaianKolom tindakan, sumber daya, penanggung jawab, tenggat, dan cara evaluasi untuk tiap sasaranYa — kelimanya wajib ditentukan
Bukti pemantauanCatatan pengukuran berkala terhadap sasaranTerhubung ke 9.1
Bukti komunikasiSosialisasi sasaran ke fungsi terkaitBentuk bebas

Yang ditanyakan auditor

Auditor menguji kelima unsur rencana pencapaian satu per satu. Sasaran tanpa penanggung jawab dan tenggat dianggap belum direncanakan.

Ilustrasi sketsa audit — yang dicari auditor pada Klausa 5.1 Kepemimpinan
Sketsa audit Klausa 6.2: auditor mengecek sasaran keamanan informasi yang terukur, jejaknya ke risiko, serta kelima unsur rencana pencapaian.
  • Tunjukkan sasaran keamanan informasi Anda. Bagaimana mengukurnya?

    Mengapa ditanya: Sasaran seperti 'meningkatkan keamanan' tidak dapat diukur dan akan dipertanyakan.

  • Sasaran ini berasal dari risiko yang mana?

    Mengapa ditanya: Butir (c) mensyaratkan sasaran mempertimbangkan hasil asesmen dan penanganan risiko.

  • Siapa bertanggung jawab atas sasaran ini, kapan tenggatnya, dan bagaimana hasilnya dievaluasi?

    Mengapa ditanya: Tiga dari lima unsur perencanaan yang paling sering kosong.

Kesalahan yang sering terjadi

Sasaran tidak terukur

'Meningkatkan kesadaran karyawan' tanpa indikator dan target.

Tidak terhubung ke risiko

Sasaran disusun terpisah, padahal standar meminta hasil asesmen risiko dipertimbangkan.

Rencana pencapaian kosong

Sasaran ada, tetapi tidak ada tindakan, sumber daya, penanggung jawab, tenggat, maupun cara evaluasi.

Tidak pernah dipantau

Ditetapkan di awal tahun lalu tidak pernah diukur sampai audit tiba.

6.3 Perencanaan perubahan

Klausa terpendek di seluruh standar — satu kalimat. Tetapi ia sering jadi temuan karena tidak ada yang menyiapkan buktinya.

Apa yang diminta standar

  • NORMATIFKetika organisasi menentukan adanya kebutuhan perubahan pada SMKI, perubahan tersebut harus dilakukan dengan cara yang terencana.
  • PRAKTIK BAIKMencatat perubahan SMKI beserta alasan, dampak, persetujuan, dan tanggal berlakunya.
  • PRAKTIK BAIKMeninjau apakah perubahan berdampak pada ruang lingkup, asesmen risiko, atau SoA.

Keluaran & bukti

Bentuk buktiContoh nyataWajib terdokumentasi
Catatan perubahan SMKIDaftar perubahan + alasan + dampak + penyetuju + tanggalTidak eksplisit — tetapi wajib bisa ditunjukkan
Bukti perencanaanDokumen yang menunjukkan perubahan dipertimbangkan sebelum dijalankan, bukan sesudahnyaWajib bisa ditunjukkan

Yang ditanyakan auditor

6.3 baru muncul di versi 2022. Banyak organisasi belum menyiapkan buktinya karena mengira klausa sependek ini tidak diperiksa.

Ilustrasi sketsa audit — yang dicari auditor pada Klausa 5.1 Kepemimpinan
Sketsa audit Klausa 6.3: auditor menanyakan perubahan SMKI tahun ini, bagaimana perubahan direncanakan sebelum dijalankan, dan dampaknya terhadap ruang lingkup atau Statement of Applicability.
  • Perubahan apa saja yang terjadi pada SMKI Anda tahun ini?

    Mengapa ditanya: Menguji apakah perubahan dicatat sama sekali.

  • Bagaimana perubahan itu direncanakan sebelum dijalankan?

    Mengapa ditanya: Kata kuncinya 'terencana' — perubahan mendadak tanpa pertimbangan dampak adalah temuan.

  • Apakah perubahan itu memengaruhi ruang lingkup atau SoA Anda?

    Mengapa ditanya: Menguji apakah dampak perubahan ditelusuri ke dokumen lain.

Kesalahan yang sering terjadi

Tidak ada catatan perubahan sama sekali

Klausa dianggap terlalu pendek untuk diperiksa.

Perubahan dilakukan lalu didokumentasikan

Kebalikan dari 'terencana'.

Dampak tidak ditelusuri

Ruang lingkup berubah tetapi SoA dan asesmen risiko tidak ikut ditinjau.

Checklist kesiapan

Daftar periksa cepat sebelum audit — bersifat panduan, tidak tersimpan.

  • Risiko dan peluang tingkat SMKI (6.1.1) terpisah dari register risiko keamanan informasi, dan dapat ditelusuri ke isu 4.1 atau persyaratan 4.2.
  • Metodologi asesmen risiko terdokumentasi: skala dampak, skala kemungkinan, cara menghitung level, dan ambang penerimaan.
  • Setiap risiko punya pemilik berupa orang atau jabatan, bukan nama unit.
  • Asesmen risiko dapat diulang dan menghasilkan angka yang sebanding.
  • Rencana Penanganan Risiko lengkap dengan kontrol, penanggung jawab, tenggat, dan risiko residual.
  • Statement of Applicability memuat justifikasi inklusi, status penerapan, dan justifikasi eksklusi untuk seluruh kontrol Lampiran A.
  • SoA sinkron dengan RTP — tidak ada kontrol yang muncul di satu dokumen tetapi hilang di dokumen lain.
  • Pemilik risiko menyetujui RTP dan menerima risiko residual secara tercatat.
  • Sasaran keamanan informasi terukur dan mempertimbangkan hasil asesmen risiko.
  • Tiap sasaran punya tindakan, sumber daya, penanggung jawab, tenggat, dan cara evaluasi.
  • Perubahan SMKI dicatat dan dilakukan secara terencana.

Disclaimer: smkionline.id adalah penyedia jasa konsultasi implementasi ISO/IEC 27001:2022 dan bukan badan sertifikasi. Materi ini merupakan penjelasan orisinal, bukan salinan teks standar.